Showing posts with label habitat. Show all posts
Showing posts with label habitat. Show all posts

Wednesday, September 14, 2011

Introduksi Spesies

Introduksi spesies adalah masuknya atau berpindahnya suatu jenis spesies dari habitatnya di suatu tempat ke tempat lainnya baik dilakukan secara sengaja maupun secara tidak sengaja. Introduksi spesies ini bisa berakibat positif maupun negatif terhadap daerah yang baru dimasuki oleh spesies baru tersebut. Spesies-spesies yang dapat berpindah pada suatu tempat ke tempat lainnya pada umumnya memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap lingkungan sekitarnya, sehingga spesies ini mampu bertahan bahkan berkembang biak dengan baik pada lingkungannya yang baru. Ada beberapa spesies yang justru perkembangannya menjadi tak terkendali sehingga menjadi hama dan merugikan manuasia.

Introduksi spesies yang tidak disengaja

Spesies yang satu ini kita pastinya sudah mengetahuinya bahkan persebarannya hampir merata dan dapat beradaptasi dengan baik terhadap lingkungan barunya. Tikus merupakan spesies jenis omnivora yang berasal dari daerah Norwegia sehingga namanya “Rathus Norvegicus”. Spesies tikus ini mengikuti manusia dan terbawa dalam kapal-kapal yang berlayar dari Norwegia ke berbagai penjuru wilayah di dunia. Tikus merupakan salah satu binatang yang paling pesat perkembangannya karena sifat reproduksinya sangat tinggi serta sangat adaptatif terhadap lingkungannya. Karena tikus merupakan jenis hewan omnivora serta perkembangannya tak terkendali yang salah satu penyebabkan rusaknya bahan pangan manusia sejak ribuan tahun yang lalu, sekaligus menjadi salah satu hama yang menjadi musuh manusia di berbagai negara. Di negara Amerika Serikat kerugian ayang diakibatkan oleh tikus ini terhitung mencapai $2,5 milyar/thn.

Wednesday, July 20, 2011

Mangrove Sebagai Penangkap Karbon, Pendingin Udara serta Penahan Tsunami



Mangrove merupakan tumbuhan yang unik dengan sistem akar yang tersebar di atas dan di bawah permukaan air. Terdapat 73 spesies mangrove yang tersebar di sepanjang pesisir Florida dan asia tenggara terutama di Indonesia. Selain berfungsi untuk menjaga pantai dari abrasi air laut mangrove juga dapat berfungsi sebagai penyaring udara panas dari laut serta penyerap gas karbon di udara. Selain itu mangrove yang membentuk hutan juga merupakan habitat hidup beberapa spesies seperti kera, kerang-kerangan, serta spesies air lainnya.




Namun karena faktor kemiskinan manusia banyak mengeksploitasi hutan mangrove dengan memanfaatkan kayunya untuk memenuhi kebutuhan hidup serta permukiman. Sebagian lagi mengekploitasi untuk keperluan dunia kedokteran, Sejak tahun 1980 hutan mangrove telah mengalami deforestasi sebesar 30%. Hal ini tentunya dapat menurunkan kualitas lingkungan terutama di daerah pesisir, yang secara tidak langsung juga akan berdampak terhadap manusia.