Showing posts with label merapi. Show all posts
Showing posts with label merapi. Show all posts

Tuesday, June 28, 2011

Radioaktifitas Alam di Lereng Gunungapi Merapi (Bagian 2)

(penulis : Erfan Taufik Ardianto)


Radioaktifitas Alam di Lereng Gunungapi Merapi

Pembentukan Gunungapi Merapi terbagi dalam 5 tahap, yaitu pra Merapi (>400.000 tahun yang lalu), Merapi tua berumur antara 400.000 sampai 6.700 tahun yang lalu, kemudian tahap ketiga adalah Merapi menengah antara 6.700–2.200 tahun yang lalu, Merapi muda 2.200–600 tahun yang lalu dan Merapi Sekarang sejak 600 tahun lalu. Pemetaan geologi Gunungapi Merapi dalam Tahun 1989 menyebutkan hanya dua waktu, yaitu batuan Gunungapi Merapi muda dan Merapi tua. Batuan Gunungapi Merapi Muda terdiri dari aliran lava andesit piroksen, endapan jatuhan piroklastika Merapi, endapan aliran piroklastika muda dan guguran Merapi, dan endapan lahar muda. Sedangkan batuan Merapi tua terdiri dari endapan aliran piroklastika tua Merapi, endapan lahar tua Merapi, dan aliran lava andesit piroksen (Wirakusumah A.D., 1989).
Batuan Gunungapi Merapi yang telah dianalisa, diperoleh kesimpulan bahwa kandungan silika dari lava dan piroklastik sedikit berbeda. Kandungan silika dari lava antara 48,84–55,71 % sedangkan untuk piroklastik antara 49,17–58,96 %. Lava berjenis andesit-basaltik dengan komposisi plagioklas, klinopiroxin, magnetit, olivin, orthopiroxin, dan ampibol (Wirakusumah A.D.,1989). Hampir semua lava berbentuk kristal yang sempurna (porfiritik) (Marmol, M.D., 1998).
Hasil analisa terhadap batuan vulkanik dari Gunungapi Merapi hasil letusan Tahun 1997 pernah dilakukan BPPTK, analisa selengkapnya dari batuan vulkanik Gunungapi Merapi koleksi 1997 (dua sample) disajikan pada Tabel 4. sebagai berikut.

Radioaktifitas Alam di Lereng Gunungapi Merapi (Bagian 1)

(penulis : Erfan Taufik Ardianto)



Gunungapi Merapi

Bumi, tempat manusia dan mahluk lainnya hidup dan melakukan kegiatannya tersusun atas empat (sfera), yaitu: atmosfera, hidrosfera, lithosfera dan biosfera. Semua lapisan (sfera) tersebut menjadi suatu sistem, yang dalam jangka panjang telah mencapai keseimbangan. Dalam studi ilmu lingkungan lapisan (sfera) tersebut disederhanakan menjadi komponen: udara, daratan, air dan biotik. Komponen darat itu tersusun oleh tanah dan batuan dengan berbagai struktur. Tanah itu sendiri merupakan bagian batuan yang telah lapuk. Batuan dengan berbagai macam variasi dan keadaannya merupakan wadah dari sebagian besar kegiatan mahluk hidup di bumi ini, selain itu juga menjadi sumber (resources) bagi kehidupan (PPLH UGM, 2001).
Batuan dengan berbagai macam jenisnya akan mengalami proses sebagian akibat tenaga asal luar (eksogen) maupun tenaga asal dalam (endogen). Akibat proses tersebut batu-batuan akan membentuk konfigurasi relief di permukaan bumi. Batuan dengan berbagai konfigurasi di permukaan bumi tersebut sebenarnya yang banyak berpengaruh terhadap kehidupan di muka bumi ini (PPLH UGM, 2001).
Permukaan bumi mempunyai struktur geologi yang bervariasi. Struktur bumi dapat dibedakan menjadi: horisontal, dome, lipatan, patahan, vulkan, dan kompleks. Sifat perwatakan lahan tersebut sangat ditentukan oleh proses-proses pembentukannya. Pada Tabel 1. disajikan hubungan antara struktur geologi dengan bentukan di permukaan bumi.