Showing posts with label Tata Cara Budidaya. Show all posts
Showing posts with label Tata Cara Budidaya. Show all posts

Tuesday, July 19, 2011

Tata Cara Budidaya Tanaman Tebu (Bagian 2: Tanam "Planting")



2. Tanam (Planting)

Tanam merupakan kegiatan yang dilakukan untuk replanting cane (RPC). Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam kegiatan tanam ini adalah menentukan varietas yang akan ditanam yaitu varietas yang tahan hama dan penyakit, memperhatikan bulan tanam, tebu RPC, berumur antara 6 - 8 bulan, murni (tidak tercampur varietas lain), daya kecambah tinggi, dan memiliki figur yang baik. Tebu yang ditanam berupa replanting cane (RPC) dan ratoon cane. Rencana replanting dilakukan dalam setiap musim tanam sebanyak ± ¼ (seperempat) dari luas total tanaman. Pembongkaran ratoon untuk rencana replanting didasari atas beberapa pertimbangan sebagai berikut: (1) produksi tebu per hektar; (2) keadaan hama dan penyakit; (3) keadaan gulma; dan (4) periode ratoon. Bulan tanam dan bulan tebang yang tepat perlu diperhatikan untuk memperoleh tingkat rendemen yang maksimal disesuaikan dengan varietas tebu yang tergolong masak awal, tengah, dan akhir.

Masa tanam bibit hendaknya disesuaikan dengan kategori umur kemasakannya sedemikian hingga masa tanaman baru (PC) tersedia bibit seperti kategori kemasakannya. Kategori kemasakan tebu terkait dengan lama tanaman tebu yang telah berumur fisiologi dewasa (lebih dari 9 bulan) mengalami kondisi lengas tanah rendah (kurang dari 50% kapasitas lapang) dan menunjukkan tingkat kecepatan masaknya, yaitu awal (Mei - Juni), tengah (Juli -Agustus) dan lambat (setelah September). Sedangkan umur tebu dipanen menentukan hasil tebu yang diperoleh. Tebu yang sama masak awal ditanam pada bulan Mei dan bulan Agustus akan siap ditebang pada bulan Mei-Juni dimana tanaman Mei telah berumur 12 - 13 bulan, sedang tanaman Agustus baru berumur 9 - 10 bulan. Tanaman tebu yang dipanen pada umur 12 - 13 bulan akan memberikan hasil tebu lebih tinggi dibandingkan tanaman yang dipanen pada umur 9 - 10 bulan. Oleh karena itu perencanaan tanam suatu varietas harus selalu disesuaikan dengan rencana tebang yang mengacu kepada kategori kemasakannya sehingga diperoleh hasil tebu dan tingkat rendemen yang tinggi.

Tata Cara Budidaya Tanaman Tebu (Bagian 1: Mempersiapkan Lahan/Tanah "Land Preparation")




1. Mempersiapkan Lahan/Tanah (Land Preparation)


Kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan tanah agar dapat menjadi media yang baik sehingga menciptakan kondisi pertumbuhan tanaman tebu yang sehat dan normal. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam persiapan lahan (land preparation) adalah sebagai berikut.


Brushing merupakan kegiatan yang dilakukan dengan tujuan untuk memotong tunggul dan sampah guna memudahkan pembajakan, dan meratakan tanah, serta mencacah sampah yang tidak terbakar. Kegiatan ini dilakukan pada areal tanaman ratoon yang akan dibongkar atau areal yang akan ditanami kembali (replanting cane). Indikator brushing yang baik adalah semua tunggul dan sampah terpotong sehingga tanah menjadi rata. Brushing dilakukan dengan menggunakan implement berupa piringan (disc) harrow Ku Lin atau Baldan yang ditarik oleh traktor medium 140 HP. Kapasitas kerja yang mampu dilakukan oleh alat ini yaitu 0,9 ha per jam. Tanah yang telah di-brushing dibiarkan selama 3 - 7 hari untuk mematikan biji-biji gulma.