Saturday, July 23, 2011

Otak Manusia Semakin Menyusut (semakin bodoh atau semakin cerdas?)


John Hawks antropolog peneliti tentang evolusi manusia Universitas  Wisconsin menyatakan bahwa selama 20.000 tahun terakhir, rata-rata volume otak manusia laki-laki telah menurun dari 1.500 cc menjadi 1.350 cc, atau berkurang seukuran bola tenis, begitu pula dengan otak perempuan. Penyusutan otak ini telah terjadi di Cina, Eropa, Afrika dan belahan bumi lainnya. Jika otak kita terus berkurang maka 20.000 tahun mendatang, ukuran otak kita akan sama dengan ukuran otak Homo Erectus yaitu 1.100 cc. Apakah dengan penyusutan volume otak ini kita akan semakin bodoh ? 

Homo sapiens (Cro-Magnons) dengan otak terbesar hidup 20.000 sampai 30.000 tahun yang lalu di Eropa. Mereka memiliki postur tubuh dengan dada yang besar, rahang menonjol dan gigi besar.  Sebagian ahli menyatakan bahwa besar kecilnya volume otak ada hubungannya dengan kondisi tubuh dan kekuatan otot. Nenek moyang kita rata-rata memiliki postur tubuh yang besar begitu pula tenaga atau kekutan otot yang dimiliki juga besar. Oleh karena itu mereka juga memiliki volume otak yang besar. Jika demikian maka volume otak manusia tidak berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat kecerdasan.  

Friday, July 22, 2011

Wednesday, July 20, 2011

Pupuk Kompos Mengurangi Pemanasan Global



Ilmuwan ilmu tanah Universitas Ohio Rotan Lal mengatakan  menyatakan bahwa tanah pertanian memiliki potensi untuk menyerap 13% karbon dioksida di atmosfer. Para peneliti di seluruh dunia berusaha mencari bukti bahwa perubahan pada lahan pertanian dan peternakan dapat berdampak besar terhadap penyerapan karbon.

Tanah terbuka tanpa vegetasi yang tumbuh diatasnya mengakibatkan karbon yang ada dalam tanah akan terangkat ke atmosfer. Hal ini mengakibatkan tanah menjadi kering dan keras serta rentan terjadi erosi baik oleh air maupun angin. Selain itu karbon yang naik ke udara akan memberikan kontribusi terhadap pemanasan global.  Sekarang ini perubahan penggunaan lahan telah memberikan kontribusi 1/3 dari emisi gas karbon yang mengakibatkan pemanasan global. Rotan Lal menyatakan bahwa perubahan penggunaan lahan telah mengakibatkan 70 milyar ton dari 100 milyar ton karbon yang ada di dalam tanah naik ke atmosfer.

Mangrove Sebagai Penangkap Karbon, Pendingin Udara serta Penahan Tsunami



Mangrove merupakan tumbuhan yang unik dengan sistem akar yang tersebar di atas dan di bawah permukaan air. Terdapat 73 spesies mangrove yang tersebar di sepanjang pesisir Florida dan asia tenggara terutama di Indonesia. Selain berfungsi untuk menjaga pantai dari abrasi air laut mangrove juga dapat berfungsi sebagai penyaring udara panas dari laut serta penyerap gas karbon di udara. Selain itu mangrove yang membentuk hutan juga merupakan habitat hidup beberapa spesies seperti kera, kerang-kerangan, serta spesies air lainnya.




Namun karena faktor kemiskinan manusia banyak mengeksploitasi hutan mangrove dengan memanfaatkan kayunya untuk memenuhi kebutuhan hidup serta permukiman. Sebagian lagi mengekploitasi untuk keperluan dunia kedokteran, Sejak tahun 1980 hutan mangrove telah mengalami deforestasi sebesar 30%. Hal ini tentunya dapat menurunkan kualitas lingkungan terutama di daerah pesisir, yang secara tidak langsung juga akan berdampak terhadap manusia.

Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS)




Amyotrophic Lateral Sclerosis, atau ALS, adalah penyakit yang dapat membunuh jaringan motorik neuron yang ada di otak dan sumsum tulang, Penyakit ini dapat menyebabkan kelumpuhan tubuh hingga penderita mengalami kesulitan untuk menelan dan bernafas. Penyebab ALS sampai sekarang tidak diketahui dengan pasti. Meskipun demikian penderita penyakit ini terhitung langka yaitu hanya 2 juta penderita per tahun.

Dari beberapa penelitian yang telah dilakukan terhadap sebaran penderita penyakit ALS di inggris, ternyata didapatkan pola sebaran penderita ALS paling tinggi adalah yang berada pada daerah sekitar danau dan perairan. Setelah dilakukan penelitian terhadap air danau dan perairan yang ada didaerah tersebut ternyata terdapat racun beta-methylamino-L-alanina (BMAA). Senyawa ini diproduksi oleh Cyanobacteria, ganggang biru-hijau yang habitatnya di tanah, danau dan samudera. Cyanobacteria kemudian dikonsumsi oleh ikan dan hewan air lainnya. Dengan demikian maka manusia yang mengkonsumsi ikan yang mengandung Cyanobacteria akan lebih beresiko untuk menderita penyakit ALS. Ganguan neurologis lain yang dapat diderita adalah penyakit Parkinson dan Alzheimer.

Tata Cara Budidaya Tanaman Tebu (Bagian 4: Pemanenan "Harvesting")




4. Pemanenan (Harvesting)

Pemanenan adalah kegiatan akhir dari setiap siklus penanaman tebu, dimana kegiatan pemanenan meliputi Tebang, Muat dan Angkut, yang bertujuan: memungut tebu dalam jumlah yang optimal dari setiap petak tebang, mengangkut tebu dari petak tebangan ke pabrik dan mempertahankan hasil gula yang secara potensial berada pada tanaman tebu. Kegiatan tebang muat angkut (TMA) adalah kegiatan yang sangat komplek, karena bukan saja merupakan rangkaian dari tiga kegiatan yang saling mempengaruhi, tapi juga karena sangat ketat dibatasi oleh waktu. Apabila terjadi kendala di salah satu kegiatan, maka kegiatan lainnya akan terganggu. Seluruh kegiatan pertanaman akan ditentukan hasilnya dalam kegiatan TMA, bahkan hasil kinerja perusahaan akan ditampilkan dari kegiatan TMA. Kinerja manajemen seolah-olah dipertaruhkan dalam kegiatan ini. Secara garis besar tujuan dari TMA adalah mendapatkan tebu giling yang masak segar bersih (MSB) sebanyak-banyaknya sejak ditebang hingga digiling dalam tempo secepatnya.

Tuesday, July 19, 2011

Tata Cara Budidaya Tanaman Tebu (Bagian 3: Pemeliharaan Tanaman "Maintenance")




3. Pemeliharaan Tanaman (Maintenance)

Pemeliharaan tanaman dapat dilihat pada diagram alir berikut ini


a. Aplikasi kapur pertanian (dolomite/calcite, gypsum)

Kegiatan penaburan ini dilakukan dengan tujuan untuk menambah kandungan unsur mikro Magnesium (Mg, Ca) yang berfungsi untuk menaikkan pH tanah menuju netral karena tanah Podzolik Merah Kuning merupakan tanah yang memiliki pH yang relatif rendah dan kurang baik untuk pertumbuhan tanaman tebu. Gypsum juga menyediakan Ca (kalsium) dan sulfat. Dosis yang digunakan adalah 2 ton/ha setiap penanaman kembali tebu setiap 3 - 4 tahun (Replanting cane). Di samping pemberian kapur, juga diberikan 1 ton/ha gipsum yang berfungsi meningkatkan ketersediaan kalsium dan sulfat.

Tata Cara Budidaya Tanaman Tebu (Bagian 2: Tanam "Planting")



2. Tanam (Planting)

Tanam merupakan kegiatan yang dilakukan untuk replanting cane (RPC). Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam kegiatan tanam ini adalah menentukan varietas yang akan ditanam yaitu varietas yang tahan hama dan penyakit, memperhatikan bulan tanam, tebu RPC, berumur antara 6 - 8 bulan, murni (tidak tercampur varietas lain), daya kecambah tinggi, dan memiliki figur yang baik. Tebu yang ditanam berupa replanting cane (RPC) dan ratoon cane. Rencana replanting dilakukan dalam setiap musim tanam sebanyak ± ¼ (seperempat) dari luas total tanaman. Pembongkaran ratoon untuk rencana replanting didasari atas beberapa pertimbangan sebagai berikut: (1) produksi tebu per hektar; (2) keadaan hama dan penyakit; (3) keadaan gulma; dan (4) periode ratoon. Bulan tanam dan bulan tebang yang tepat perlu diperhatikan untuk memperoleh tingkat rendemen yang maksimal disesuaikan dengan varietas tebu yang tergolong masak awal, tengah, dan akhir.

Masa tanam bibit hendaknya disesuaikan dengan kategori umur kemasakannya sedemikian hingga masa tanaman baru (PC) tersedia bibit seperti kategori kemasakannya. Kategori kemasakan tebu terkait dengan lama tanaman tebu yang telah berumur fisiologi dewasa (lebih dari 9 bulan) mengalami kondisi lengas tanah rendah (kurang dari 50% kapasitas lapang) dan menunjukkan tingkat kecepatan masaknya, yaitu awal (Mei - Juni), tengah (Juli -Agustus) dan lambat (setelah September). Sedangkan umur tebu dipanen menentukan hasil tebu yang diperoleh. Tebu yang sama masak awal ditanam pada bulan Mei dan bulan Agustus akan siap ditebang pada bulan Mei-Juni dimana tanaman Mei telah berumur 12 - 13 bulan, sedang tanaman Agustus baru berumur 9 - 10 bulan. Tanaman tebu yang dipanen pada umur 12 - 13 bulan akan memberikan hasil tebu lebih tinggi dibandingkan tanaman yang dipanen pada umur 9 - 10 bulan. Oleh karena itu perencanaan tanam suatu varietas harus selalu disesuaikan dengan rencana tebang yang mengacu kepada kategori kemasakannya sehingga diperoleh hasil tebu dan tingkat rendemen yang tinggi.

Tata Cara Budidaya Tanaman Tebu (Bagian 1: Mempersiapkan Lahan/Tanah "Land Preparation")




1. Mempersiapkan Lahan/Tanah (Land Preparation)


Kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan tanah agar dapat menjadi media yang baik sehingga menciptakan kondisi pertumbuhan tanaman tebu yang sehat dan normal. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam persiapan lahan (land preparation) adalah sebagai berikut.


Brushing merupakan kegiatan yang dilakukan dengan tujuan untuk memotong tunggul dan sampah guna memudahkan pembajakan, dan meratakan tanah, serta mencacah sampah yang tidak terbakar. Kegiatan ini dilakukan pada areal tanaman ratoon yang akan dibongkar atau areal yang akan ditanami kembali (replanting cane). Indikator brushing yang baik adalah semua tunggul dan sampah terpotong sehingga tanah menjadi rata. Brushing dilakukan dengan menggunakan implement berupa piringan (disc) harrow Ku Lin atau Baldan yang ditarik oleh traktor medium 140 HP. Kapasitas kerja yang mampu dilakukan oleh alat ini yaitu 0,9 ha per jam. Tanah yang telah di-brushing dibiarkan selama 3 - 7 hari untuk mematikan biji-biji gulma.

Peranan Mikrobia Dalam Tanah


Sebagai reaktor, tanah merupakan suatu sistem beragam, terdiri atas komponen (1) mineral, (2) organik, (3) air, dan (4) udara, Komponen mineral berupa sibir (fragment) batuan, mineral primer dan sekunder, serta bahan amorf. Komponen organik terdiri atas akar tumbuhan, flora dan fauna penghuni tanah (edafon), sisa jaringan tumbuhan utuh dan lapuk, serta bahan humik.  Air mengandung berbagai zat terlarut dan tersuspensi. Udara tersusun atas uap air, gas-gas atmosfer, dan gas-gas hasil reaksi tanah. Bahan mineral dan organik membentuk kerangka padat tanah. Air dan udara berada dalam pori tanah, sebagian air terjerap di permukaan zarah padat tanah.

Perubahan unsur-unsur makro dalam tanah secara langsung akan mempengaruhi kesuburan dalam kaitannya sebagai media tanam. Perubahan unsur-unsur makro dalam tanah sangat dipengaruhi oleh mikrobia yang ada dalam tanah tersebut. Adapun peranan mikroba dalam kaitannya dengan dinamika unsur-unsur makro dalam tanah adalah sebagai berikut.